Suzie Sastra Inspirasi

Minggu, 26 April 2009

Untuk mu Pemimpin Kami


HARAPAN SEORANG KARTINI

Assalamualaikum Wr.Wb
Terutus doa, semoga anda dan hulubalang-hulubalang istana gubernur senantiasa diberi kekuatan yang mendalam oleh Sang Maha Kuasa untuk senantiasa menegakkan nilai-nilai keadilan di negeri lancang kuning, sebab bagi saya seorang rakyat keadilanlah yang sangat saya butuhkan, kesejahteraanlah yang kami impikan siang dan malam. Perkenalkan kami wahai gubernur negeri, kami adalah kartini-kartini masa kini yang merindukan perbaikan dalam segala tatanan aspek sosial di tanah negeri, dan kami adalah wanita-wanita dari tanah baru yang turut memperjuangkan perubahan moral para pemimpin negeri lancang kuning. Karena anda pemimpin kami, izinkan kami berkeluh kesah kepada anda tentang marwah kami sebagai kaum wanita, tentang hak kami sebagai rakyat.


Suatu hari nanti. Kami ingin anda turun menjenguk kami di pasar-pasar. Anda akan melihat ibu-ibu kami berpeluh keringat menunggui dagangan sederhananya dari subuh buta hingga petang menjelma. Bahkan terkadang harus menangis saat para hulubalang anda datang mengusir dan memukuli, merusak tenda-tenda kumuh tempat mereka berjualan. Mereka pun kartini masa kini Tuan, mereka mempertahankan moral dan marwah mereka dengan mengais rezeki yang halal di pasar Cik Puan, karena mereka malu jika harus menggadaikan harga diri hanya untuk sesuap nasi.

Kami sangat sepakat dengan sikap keras para aparat anda, tapi bukan untuk ibu-ibu kami yang berjuang menghidupi keluarga. Saat malam menyelimuti Kota Bertuah tercinta, hamparan wanita yang tak tau malu berjajar di sudut-sudut kota untuk menggadaikan harga diri mereka. Tentu saja mereka bukan bagian dari kami, para kartini masa kini yang ingin negeri ini bermarwah. Silahkan aparat anda bersikap keras terhadap mereka, bukan malah bergabung dan melindungi pekerjaan mereka.
Kami juga ingin sampaikan kepada anda, betapa hati kami sangat bersedih saat kami saksikan teman-teman kami masih saja menjadi bahan eksploitasi publik. Kaum wanita hanya dijadikan sebagai icon pemancing minat konsumen, sebagai daya tarik terhadap suatu produk yang terkadang tak ada sama sekali hubungannya dengan kami.
Di layar kaca, lagi-lagi kami harus menangis menyaksikan nasib rekan-rekan kami yang menjadi objek penyiksaan TKW di negara-negara maju, bahkan tak jarang sampai menjemput kematian di sana. Kami malu negeri ini tak mampu mencukupi kebutuhan sesuap nasi untuk kami, sampai-sampai kami harus bertaruh nyawa keluar negeri. Bukankah negeri ini terkenal gemah ripah loh jinawi? Negeri ini pernah bergabung menjadi negara-negara pengekspor minyak bumi?

Kami tak mengerti, kezaliman macam apa yang sedang dipertontonkan kepada kami. Negeri ini begitu bersahabat dengan banjir dan asap, mungkin ini dosa hulubalang anda yang begitu hobi bermain-main dengan hutan, mencuri batang-batang kayu yang seharusnya menjadi pasak kesejahteraan lingkungan hidup kami. Atau mungkin saja negeri ini telah menjadi sarang koruptor yang berkeliaran secara nyaman di lingkungan istana anda, kami tentu saja tak pernah tau, karena memang hulubalang anda pemegang palu hukum juga tak mau tau, atau memang pura-pura tidak tau.
Beberapa tahun ke depan kami dengar negeri lancang kuning akan menjadi tuan rumah Pesta Olahraga Nasional, tentu saja kami ikut bergembira dengan kepercayaan yang diberikan masyarakat nasional kepada negeri kita, tapi sebagai imbas dari semua itu mudah-mudahan bukan rakyat lagi yang dirugikan dengan even-even akbar serupa. Sebab walau bagaimanapun, tetap saja anda dan para hulubalang anda yang bakal menuai buah kesuksesan penyelenggaraan acara.

Karena kami dan anda seorang muslim, kami ingin mengajak anda menyelami kisah kepemimpinan Ummar bin Khatab dan Ummar bin Abdul Aziz. Mereka tak pernah bisa memejamkan mata saat malam hari menjelma, mereka dengan mengendap-endap dan menyamar memeriksa kondisi rakyatnya, apakah ada sebutir nasi menempati piring-piring rakyat mereka? apakah rakyatnya dapat tidur nyaman dengan selimut dan tempat berteduh?
Tak banyak harapan kecil dari seorang rakyat seperti kami. Bagi kami dapat makan cukup, tempat berteduh nyaman, hidup tentram bersama keluarga adalah hal yang sangat kami harapkan. Ibu-ibu kami tak perlu mobil mewah seperti hulubalang anda di gedung dewan, atau berebut kursi-kursi kepemimpinan yang memalukan. Sekali lagi, kami hanya butuh keadilan dan kesejahteraan.

Karena kami menyayangi anda wahai pemimpin negeri, maka kami sampaikan harapan-harapan ini. Semoga anda dan para hulubalang anda tetap memiliki keimanan dan nurani dalam memimpin kami. Sebab kami hanya percaya kepada para pemimpin-pemimpin yang taat kepada Rabbnya, bermoral dan bermarwah dalam melanjutkan cita-cita negeri.
Salam takzim
Wassalamualaikum. Wr.Wb







0 komentar:

PESAN NAFIAH


codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=8,0,0,0"
width="400" height="56" id="TextSpace">






LCD Text Generator at TextSpace.net

 

Home | Blogging Tips | Blogspot HTML | Make Money | Payment | PTC Review

Nafiah AlMa'rab © Template Design by Herro | Publisher : Templatemu